My Twin Flame Experience

Menjelang gerhana matahari kemaren saya dapat wangsit nggak penting. Hehe…

Lagi karaokean di Smule (follow @tantepalsu kalo mau duet-duetan sama saya hehe), tiba-tiba ada suara dalam kepala saya, “Coba deh, search akunnya Dadang. Dia stalking kamu. Profil Smule-nya putih semua.”

Langsung search. Eh iya ada. Dan iya, putih semua. Nggak ada rekaman karaokenya dia. Seakan nggak pernah ada aktivitas di situ. Soal dia beneran stalking atau nggak, mungkin iya mungkin nggak. Perkara seperti ini nggak bisa saya buktikan. Wangsit bukan bukti. Tarot juga bukan bukti.

How is the possibility of him stalking me?

Lagian kalo memang iya, ya terserah sih mau stalking gimana, lewat mana. Toh nggak ada yang perlu saya rahasiakan dari dia.

Btw, Dadang itu siapa? TF aja sih… Dadang nama samarannya di sini.

Mang Dadang

Kami kenal satu sama lain sekitar 24 taun yang lalu. Sesuatu terjadi, kemudian hal lain terjadi dan beberapa hal lain terjadi 😁 bisa jadi novel kalo saya ceritakan lengkapnya. Singkat cerita, kita nyambung lagi sekitar 2 taun yang lalu, sebagai teman.

Selama berteman, sebetulnya nggak ada masalah yang prinsipil antara kami. Intensitas komunikasi juga nggak bisa dibilang tinggi, biasa aja… Tapi kita sering cekcok.

Saya cekcok sama suami belum tentu 3 bulan sekali, padahal 24 jam setiap hari selalu bersama, komunikasi tiada henti. Bahkan mimpi pun sama suami. Nah sama dia ini, yang komunikasinya cuma online, bisa ribut tiap bulan, kadang sebulan 2 kali. Semua karena menurutnya saya berisik, suka nyari ribut (ada benarnya juga sih… Hehehe).

Menurut pendapat saya, dia kelewat sensitif. Pisces Rising, Cancer Moon, Taurus Sun conjunct Chiron … Dia sensi jiwa dan raga, insecure tingkat dewa. Andai insecurity-nya bisa diminimalisir, dia ini sebetulnya bakat banget jadi empath atau healer.

Mari kita doakan dia nemu jalan ke arah situ dan jadi soul guide terkondang.

Anyway, kita udah nggak pernah cekcok lagi selama lebih dari setaun yang lalu, karena udah blokir-bokiran. Hehe… saya sengaja bikin masalah. Skenario saya susun supaya dia minta diblokir lagi. Dan rencana bergulir lancar sampai ke tujuan.

Kok jahat gitu?

Sejak nyambung komunikasi sama dia, saya selalu ketakutan. Di satu sisi saya takut kehilangan dia untuk kedua kalinya (I love him to Pluto and back forever and always lah!) Tapi di sisi lain saya juga nggak mau kehilangan keluarga saya. Bukan karena si Dadang itu pria penggoda. Nggak seperti itu. Bukan juga karena suami saya pencemburu. Suami sih santai aja. Dia percaya 100% sama saya. Bahkan waktu si Dadang datang motoran dari kotanya ke kota saya, suami yang nge-drop saya ke tempat ngopi buat ketemu dia. Trus suami pulang, saya berduaan sama Dadang.

Permasalahannya, saya yang parno sendiri:

  1. Istri si Dadang, waktu itu sampe 2023 mengalami yang dinamakan masa Saturn Return. Ini masa pendadaran spiritual yang berat. Sangat berat. Dan pasti berpengaruh terhadap hubungannya dengan suaminya, si Dadang.
  2. Pluto dan Saturn bakal bergandengan tangan masuk ke rumah 7 saya di tahun 2021. Ini pusat keparnoan saya. Ketika Pluto dan Saturn duduk di situ, hubungan saya dan suami bisa hancur kapan saja kalo saya nggak hati-hati dan waspada sejak dini. Bisa juga malah makin kuat kalo hubungan itu didirikan di atas pondasi yang baik.
  3. Si Dadang sendiri, akan melalui masa Uranus Opposition di tahun 2023. Ini masa yang dikenal awam sebagai Puber ke-2. (huuuuuachingggggg!!!!) Iya, memang belum tentu si Dadang akan ‘menikmati‘ masa Uranus Opposition-nya bersama saya, tapi saya parno karena poin 2 di atas, dan poin 3 ini meningkatkan level keparnoan saya.
  4. Pada saat yang sama, transit Saturn menantang natal Venus-nya suami saya yang duduk di rumah 5. Rumah 5 rumah romance. Venus di natal chart suami merupakan penguasa rumah 7. Ini bisa berarti akan ada kesulitan terkait hubungannya dengan saya, atau sebaliknya, makin kuat, terstruktur, dan tahan lama.

Memang apa yang terjadi pada dia maupun dalam rumahtangganya belum tentu mempengaruhi saya dan rumahtangga saya. Dan misalpun rumahtangga saya pecah, sebabnya bisa karena hal-hal lain. Tapi yah itu tadi, saya parno. Maka, sebelum jadi ribet, apapun yang sekiranya nampak mengancam, saya singkirkan. Dan terkait hubungan saya dengan si Dadang, saya harus segera memilih, mana yang kira-kira yang bakal paling saya sesali nanti saat ajal menjemput: kehilangan dia, atau kehilangan suami dan anak-anak saya.

Kehilangan Dadang, sudah pernah. Orang lain yang belum bisa melupakan seseorang, baru setaun udah merasa gagal move on. Saya sampe berabad-abad, sampe mikir mungkin dia sudah mati…

Tapi kalo bicara rasanya kehilangan… Uhukk!! Sebetulnya… ya begitu lah… Hahaha…

Nah, kalo kehilangan dia aja nyerinya ampun DJ… gimana kalo saya kehilangan suami dan anak-anak saya, dan bapak-ibu mertua saya, dan kakak-adik ipar saya yang super duper baik dan tulus menyayangi saya? Trus bagaimana dengan luka yang tergores di hati mereka karena kehilangan saya? Nggak kebayang…

Maka sudah jelas, mana yang harus saya relakan.

Saya tau, sebetulnya bisa aja pisah baik-baik. Saya yakin dia pasti memahami. Tapi saya bisa kapan aja melanggar kesepakatan, aturan, hukum, apapun itu. Kalo saya lagi kumat, hukum alam pun saya tabrak (meski pastinya nggak pernah berhasil 🤣). Jadi harus ada masalah yang menghalangi saya untuk kembali. Bodoh memang. Tapi ini lebih nyaman buat saya. Jahat memang. Tapi ini lebih baik, menurut saya yang kata si Dadang ‘selalu merasa benar‘.

Maka meski berat, meski sakit, ini yang terbaik buat saya. Sementara ini saya sudah sangat bersyukur bisa kenal dia, menyerap satu-dua ilmu yang fundamental dari dia, sehingga saya berkembang jadi makhluk yang saya cintai seperti ini. Saya cuma berharap dia melihat dirinya, seperti saya melihat dia, supaya dia bisa berdiri di puncak hidupnya dengan senyum kedamaian. Saya cukup nonton dari jauh aja, sambil makan terang bulan 😁

3 Replies to “My Twin Flame Experience”

  1. Ananda Ramartha says:

    Ooh ada twin flame tohh.. ojo berantem lah mbaaee.. capri emang makan pisces sih😂 pilih om baba yg setia menemani dan damai sejahtera ✨ #teamOmBaba

    Reply
      1. Ananda Ramartha says:

        Bahahaa, sabar Om.. moga2 fire signs nya kuat membentengi kebatuan capri

Tinggalkan Pesan