Help, Tante! (1)

Sore mba, sy VP di Cilegon. Pada kesempatan ini mohon kiranya mba bersedia untuk meluangkan waktu membaca ttg karir sy. Sy terus mengingkan satu posisi kerja sejak 2012 hingga sekarang tdk berhasil. Satu satunya harapan sy di hotel J** di jakarta terakhir interview di 17 sept 19 sy lelah untuk melamar lagi seleksi lg. Sy terus berdoa agar manajemenya tetap keep sy hingga dgn adanya User baru sejak Maret ini keputusanya lbh menguntungkan saya. Mba saya mohon dgn sangat sy ingin membuktikan pd diri dan semua orang Saya Bisa dan pasti Berhasil Mandiri Bahagia lahir batin dan berlimpah Materi tdk seperti saat ini semua orang tdk terkecuali menghina saya!!

Saya harap mba bersedia untuk kali ini membaca sy FREE sy berjanji setelah mba memberikan reading sy akan memberi semampunya ke orang yg berkekurangan yg ada disekitar saya.

Maaf jika sy langsung langsung dan straight to the point sy frustrasi menunggu dan lelah rasanya 😢

Namaskar

VP

Halo VP, saya rasa ini nggak perlu reading, karena sudah ketahuan formulanya. Begini…

Nyari kerja dengan tujuan membuktikan pada diri sendiri bahwa kamu bisa, itu nggak salah. Tapi diri kita nggak perlu bukti bahwa kita bisa mendapatkan sesuatu. Yang butuh bukti itu ego, ego kita ingin dijunjung, dipuji, dengan membuktikan bahwa kita bisa.

Ada unsur ego yang cukup besar di dalam tujuan kamu. Energy-nya agresif. Efeknya malah bikin pencarian kerja malah lebih sulit dari semestinya. Ada aja rintangannya. Potensi mendapatkan kerja sebesar apapun, mentah jadinya kena blokir energy kamu sendiri. Dan dengan energy sepanas itu, plus pencarian yang sulit (nyari kerja itu sulit, ini kenyataan di mana-mana), kamu ini sedang menyiksa diri.

Ada cara yang lebih baik.

Carilah kerja tanpa tujuan. Carilah kerja karena kamu senang bekerja. Bukan dengan tujuan ini, itu, anu. Bawa santai aja. Dapat syukur, nggak dapat syukur. Misal kamu nggak suka bekerja (kayak saya), tapi butuh duit untuk memutar roda hidupmu, katakan dalam hati sepanjang waktu “aku mau dapat duit tanpa bekerja”.

Atau misal kamu pengennya jadi orang yang kaya-raya, jangan juga dengan tujuan biar nggak dihina orang, tapi karena kamu suka duit, barang mewah, rumah megah, dsb. Jangan sampe kamu bilang ke diri sendiri “aku suka bekerja” sedang sebetulnya kamu cuma butuh duitnya. Yang begini ini pada akhirnya juga sama menyiksa diri.

Apapun yang kamu ingin dapatkan, apapun yang kamu ingin miliki, hindari tujuan selain karena kamu suka. Jiwa kamu tau apa yang kamu butuhkan, Semesta tau apa yang kamu butuhkan. Jiwa kamu nggak butuh kerja. Jiwa kamu nggak butuh duit, kebutuhan akan duit itu sifatnya ilusif. Dan yang merasa butuh duit itu ego kamu, otak kamu. Kamu juga nggak butuh pengakuan dari otak kamu sendiri atau orang lain bahwa kamu bisa karena jiwa kamu sudah tau kamu sebetulnya bisa. Cuman kalo jiwa kamu sebetulnya nggak pengen kerja, trus gimana? 😁

Soal hinaan orang, mungkin kedengeran kayak seenaknya aja kalo saya bilang ‘abaikan saja!’ karena memang sulit mengabaikan omongan orang, terutama kalo yang ngomong itu kita temui setiap hari, suka atau tidak. Tapi kalo kamu bisa memahami mereka, mungkin kamu bisa cuek. Nah sekarang, kenapa mereka ‘menuntut’ kamu untuk bisa ini, punya itu, dapat anu?

Sepanjang yang saya tau: Karena mereka taunya itu. Mereka nggak tau kalo manusia nggak harus begini dan begitu. Mereka nggak tau kalo hidup itu nggak harus berjalan di atas rel yang itu lagi itu lagi. Yang mereka tau, namanya orang hidup itu kalo sudah usia sekian itu harus sudah punya pekerjaan, kalo belum… Dihina. Trus di usia sekian harus sudah menikah, kalo belum… Digunjingkan. Setelah punya pekerjaan dan menikah harus punya anak, kalo nggak… Dibilang kena karma. Mereka selalu punya bahan untuk membuat siapapun merasa lebih rendah dari mereka, karena dengan merendahkan orang lain mereka merasa superior. Ini juga ego. Ego mereka ingin merasa lebih tinggi, ego kamu ingin kamu dilihat bahwa kamu nggak sehina yang mereka pikir. Perang ego ini namanya! Kamu teruskan aja dan lihat sendiri bahwa ini perang yang nggak akan selesai sebelum kamu memutuskan untuk bersikap cuek.

Cuek. Lakukan apa yang kamu suka. Cari apa yang kamu suka. Jangan cari yang kamu nggak suka. Kamu tau apa yang kamu suka kan?

Saya rasa sekian aja cukup. Soal kamu akan memberi pada yang membutuhkan, lakukan tanpa syarat, lakukan karena kamu suka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *