Mantra Untuk Menetralkan Pikiran (Pesimisme dan Over-optimisme)

Untuk menetralkan pikiran, opini, asumsi, maupun ekspektasi terhadap orang lain, tentang apa yang akan terjadi, maupun tentang diri sendiri, baik yang positif maupun yang negatif… seperti:

“Kayaknya dia nggak suka sama aku”
“Kayaknya dia suka sama aku”
“Kayaknya dia bohong”
“Dia orangnya jujur”
“Dia baik”
“Ini endingnya bakal gak asik”
“Dia nggak bakal kembali”
“Hidupku nggak pernah bahagia”
“Aku memang nggak sabaran”
“Setelah mati nanti aku kayaknya bakal lahir jadi kodok”
Dsb
Dll
Dkk

Mantra yang ampuh buat saya: AKU TAK TAU. Silahkan dicoba kalo belum nyoba, barangkali manjur juga buat kamu.

Pada kenyataannya, memang kita nggak tau. Kita cuma bisa membuat perkiraan-perkiraan yang kadang tepat kadang meleset, melahirkan asumsi-asumsi yang bisa benar bisa salah. Seringkali perkiraan dan asumsi itu diperkuat oleh adanya pengalaman. Tapi pengalaman itu sendiri sifatnya relatif, tergantung dari sudut mana kita menilainya. Dan sudut pandang kita terbatas oleh keterbatasan-keterbatasan kita. Tau apa kita?

Contoh…

Selama ini sahabatmu nggak pernah bohong. Oh, berarti dia jujur.

Belum tentu. Bisa jadi selama ini dia selalu bohong tapi nggak pernah ketauan. Bisa jadi juga memang selama ini dia nggak pernah bohong, tapi bukan berarti dia selamanya jujur. Setiap orang, termasuk diri kita sendiri, bersikap berdasarkan dorongan kebutuhan. Ketika merasa butuh bohong, orang terjujur sedunia pun akan berbohong.

Opini kita terhadap orang lain melahirkan ekspektasi. Apapun opini itu. Ketika suatu saat orang tersebut bersikap yang nggak sesuai dengan ekspektasi kita, apa yang terjadi? KITA KECEWA. KITA MALU (kalo kita punya opini negatif, tapi ternyata dia bersikap positif).

Contoh Lain…

Selama ini hidupmu hanya berputar-putar di sirkuit derita dan nestapa. Oh, berarti kamu memang lahir untuk menjalani peran sebagai makhluk yang menderita, korban dunia, sampah peradaban. Really??

Belum tentu. Bisa jadi selama ini sebetulnya banyak hal dalam hidupmu yang bisa membuat kamu bahagia, hal-hal yang diidamkan banyak orang tapi kamu menutup mata atas itu semua. Bisa jadi juga memang selama ini hidupmu nggak asik sama sekali, tapi bukan berarti selamanya akan begitu. Konon hidup itu sudah diatur, kita diprogram untuk begini dan begitu. Tapi mungkin kita lahir untuk mendobrak itu? Kalo kita lahir cuma menjalani takdir, atau memuja Sang Pencipta, kenapa kita lahir dengan keinginan untuk melihat perubahan?

Most people, tua muda kaya miskin cakep jelek bahagia atau menderita, semua menginginkan perubahan, entah dalam hal apa. Siapa tau kita lahir untuk mengubah takdir, menapaki jalan yang kita buka untuk kita sendiri, menciptakan apa yang kita idamkan?

Satu-satunya pembatas antara kita dan kebahagiaan kita adalah pikiran kita sendiri. Kita ogah berupaya lebih ketika kita MERASA TAU bahwa hasilnya bakal nggak seperti yang diharapkan. Kita berupaya setengah hati ketika kita nggak yakin hasilnya bakal positif atau negatif. Kita berupaya ekstra keras (atau bisa juga merasa nggak perlu berupaya sama sekali) ketika kita MERASA TAU hasilnya bakal wow.

Most of the time, hasilnya nggak seperti yang kita perkirakan, nggak seperti yang kita harapkan. Di satu waktu hasil lebih dari harapan, di waktu yang lain… Hasil nggak mendekati harapan.

Alangkah meruginya jika kita mengambil keputusan atas dasar perkiraan, asumsi, atau ekspektasi kita yang sesungguhnya nggak tau apa-apa.

Contoh Lain Lagi…

Dari pengalaman kamu sendiri yah?! Tulis di komentar. Pasti seru campur konyol ceritanya!

Intinya…

Salah siapa kalo kita kecewa? Salah siapa kalo kita malu? Salah siapa kalo kita hancur? Salah kita sendiri karena kita telah beropini. Bukankah lebih baik jika kita nggak beropini? Bukankah lebih baik jika kita NGGAK MERASA TAU?

Sebelum kecewa, atau malu, menyesal atau frustrasi.. akui bahwa sesungguhnya kita nggak tau apa-apa. Kita nggak tau seseorang itu jujur, atau tukang kibul, siluman jangkrik atau siluman asu. Kita nggak tau nanti kita bakal gimana. Yang ada cuma perkiraan dan perkiraan yang bisa jadi manfaat bisa jadi keparat juga!

Dengan nggak merasa tau, kita nggak membuat opini, nggak ada ekspektasi maupun kekhawatiran, kita bergerak bebas, langkah lebih ringan, pikiran bersih, tenang, hati pun lebih ikhlas. Kita siap dengan apapun yang terjadi dan tersaji. Kita memancarkan aura ketulusan seperti kita menebar bau ketiak kita… Soooo effortlessly…

8 Replies to “Mantra Untuk Menetralkan Pikiran (Pesimisme dan Over-optimisme)”

  1. Aida elfira waway says:

    File

    True .. kadang dengan menjadi tidak tau lebih menenangkan .. manusia hanya bisa berusaha dan berdoa setelahnya apapun yg terjadi hanya kehendak tuhan dan alam.. hidup tidak selalu tentang bahagia dimana ada hitam pasti ada putih .. ada miskin ada kaya .. dunia ini balance .. ntah itu tentang kesedihan atau kebahagiaan .. jalanin hidup tanpa opini .. lakukan yg terbaik dan berikan yang terbaik selanjutnya terserahnkepada tuhan memberikan skenario hidup seperti apa .. terimakasih kak motivasinya pagi ini aku baca . Aku lagi depresi berat sampe semua tarot aku bukain satu satu berandai andai kedepannya bagaimana tarot kehidupan mantan bagaiman .. tetapi dengan liat postingan kakak lebih kebuka lagi mata .. mending menjadi tidak tau lebih menenangkan .. biarlah di masa depan apapun yang terjadi menjadi rahasia tuhan dan semesta alam .. god bless you tante dukun

    Reply
    1. Tante Dukun says:

      Terimakasih atas sharingnya. Memang kadang mencari tau bikin kita lebih bijak, tapi kalo dengan mengetahui itu kita jadi takut atau terlalu berharap, ya nggak sehat juga… Semua ada takarannya, kita yang musti senantiasa aktif menakar.

      Reply
    2. Rose really says:

      Mb siska cntik artikelnya mantul bgt jitu joss gandos..mantebb..tp knp aq msh jd org yg pemalu ya…🤣🤣🤣

      Reply
  2. Sri Rejeki says:

    Ya benar aku
    Tak
    Tau
    Karena dia pergi tanpa satu kata apapun,dan dia pergi tanpa suatu penjelasan di mana sisi salahku
    Dan aku merasakan ada apa dan kenapa dg dia dan bagaimana kelanjutan hubunggan kami saat ini

    Reply
  3. lia porba says:

    terima kasih sarannya tlh menjadi doaku …trims mbak yu

    Reply
  4. Suntea Melody Tarot says:

    Aku selalu suka wejangan wejangan Tante yang mendewasakan pikiran dan menenangkan hati, love you Tante

    Reply
    1. Tante Dukun says:

      Weeeh… Nongol di sini juga dukun satu ini. Glad to have you here 😘

      Reply
      1. Suntea Melody Tarot says:

        Saya pengemar mu Tan…
        I love your style
        suka wejangan dan nasehatmu …

Tinggalkan Pesan