Pengantar Belajar Tarot (1)

Untuk kamu ingin belajar baca tarot, berikut secuil panduan.

Yang nggak ngerti tarot, nggak ngerti bagaimana cara baca tarot yang benar. Yang ngerti setengah-setengah, merasa cara baca yang ia tau adalah paling benar. Yang ngerti beneran, mengerti bahwa cara yang bagaimanapun benar. Nggak ada aturan dalam tarot reading. Yang ada hanya panduan. Siapapun bisa kocok tarot, ambil kartu secara acak, dan ngoceh seenak udelnya. Kamu mau baca 2 of Cups berarti ‘besok gedung pantat di Jakarta bakal ambruk‘? SAH! Mau bilang The Devil berarti ‘taun ini nikah‘? Boleh!

Yang terpenting dalam tarot reading bukan apakah interpretasi dari kartu itu sesuai dengan buku panduan atau seperti yang diajarkan bapak ibu guru di Universitas Tarot Sukamaju. Bukan juga soal tebaran kartunya, dan tentu saja bukan cara ngocok kartunya.

Kamu mau lempar satu deck ke jalanan, trus kamu ambil kartu yang menurut ‘feeling‘ kamu paling pas, itupun sah. Nggak ada larangan, nggak ada pantangan. Cuman sayang aja, kartu tarot itu nggak murah 😁

Nggak ada cara yang salah, dan nggak ada cara yang benar dalam tarot reading.

Yang terpenting adalah apakah interpretasi kita bisa membantu melihat suatu kondisi secara lebih bijaksana? Dan kalo reading itu sifatnya prediktif (seperti: besok gedung pantat ambruk, atau taun ini nikah) apakah itu jitu dan bisa diandalkan dalam membantu merencanakan hidup?

Perlu diwaspadai…

Nggak sedikit tarot reader punya semacam self-senstrisme yang (menurut saya) agak berlebihan. Mereka mungkin nggak merasa paling benar, tapi merasa lebih tau mana yang benar. Mereka mungkin nggak merasa paling tinggi level spiritualnya, tapi merasa lebih tinggi dari kebanyakan orang. Mereka pikir mereka orang-orang pilihan, yang diturunkan ke dunia ini sebagai lightworker, empath, psychic reader, healer, whatever… Yang begini jangan ditiru.

Siapapun yang merasa lebih dari orang lain, sesungguhnya yang lebih hanyalah ego dan kemampuannya menipu diri sendiri.

Jika suatu hari nanti kamu bisa baca tarot, bisa ikut merasakan perasaan orang lain, bisa menenangkan pikiran orang lain, bisa kasih solusi dan memperbaiki kualitas hidup orang lain, bukan berarti kamu istimewa. Itu cuma salah satu bidang kemahiran yang bisa dipelajari oleh siapapun yang mau belajar. Soal indera ke enam, semua orang juga punya. Yang membedakan cuma ketajamannnya, inipun bisa dilatih.

Kalo sampai suatu hari nanti kamu merasa istimewa karena bisa baca tarot, lihat sekitarmu…

Ada tukang becak, apa kamu bisa nyetir becak? Kalo kamu nggak bisa, apa tukang becak itu berarti lebih daripada kamu?
Ada kuli beras, apa kamu kuat ngangkutin puluhan karung beras sepanjang hari setiap hari? Kalo kamu nggak kuat, apa kuli beras itu istimewa.
Ada kapster salon, apa kamu punya skill mereka? Kalo nggak, apa mereka istimewa?

Kalo mereka semua istimewa, oke… Kamu istimewa. Tapi ketika semua orang istimewa, apa istimewanya menjadi istimewa?

5 Replies to “Pengantar Belajar Tarot (1)”

  1. Asti says:

    Apa bisa belajar tarot scara online ka.kalo bisa dimana.brapa biayanya ka

    Balas
  2. Veronica says:

    Mbak Dukun yang cantik, saya kagumi hasil karya Anda, inspiratif sekali, dan bener bener buat saya kagum, terima kasih untuk video video bermanfaat nya, dan artikel dalam blog yang sungguh menakjubkan, saya setuju, bahwa bisa tarot bukan sebuah hal yang istimewa, semua orang bisa, membanggakan diri sendiri justru adalah ego.

    Balas
  3. lia porba says:

    awal terlihat gila mengenal nama mbk ayu…dukun palsu heehe tp setelah sy pantau trus ternyata sy suka bgt cr penyampaianya mbk yu…terus berkarya untuk memberi motivasi buat org2 yg butuh bantuan spirit yah mbk yu….

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *