Lebih Baik Belajar Tarot atau Astrologi?

Beberapa orang dari penonton setia channel Youtube Tante Dukun (yang akhirnya jadi kawan setia πŸ˜‰) bertanya:

Aku cocoknya belajar yang mana ya? Tarot atau astrologi?

Intisari dari jawaban saya selalu: terserah. Hehe…

Kalau Anda kebetulan sedang mempertimbangkan hal yang sama, terus terang saya nggak punya hak mengarahkan Anda kepada satu pilihan tertentu. Sekali lagi, terserah. Saya cuma bisa membantu melihat pilihan-pilihan Anda secara lebih dalam, dan mungkin lebih jeli dari:

  • Segi manfaat
  • Tingkat kesulitan, dan
  • Segi biaya

Perbandingan Nilai Manfaat

Kebanyakan orang tertarik mempelajari tarot dan astrologi dengan tujuan supaya bisa ngeramal. Memang benar, dua-duanya sama-sama bisa digunakan untuk meramal masa depan dan ngintip masa lalu. Tapi konon, ada sedikit perbedaan di sini. Mungkin perbedaan ini cuma mitos…

Konon, untuk bisa meramal secara akurat dan bijak pakai kartu, kita perlu punya yang namanya perasaan yang halus, intuisi, atau mata ke tiga, atau indera ke enam. Cuma empath, atau limah, enamh, tujuh, delapanh, dan sembilanh yang bisa. Sekali lagi, mungkin itu cuma mitos, mungkin juga memang benar begitu. Saya nggak tau.

Yang saya tau, semua orang punya indera ke enam. Everybody is a dukun inside. Cuma bakatnya belum terasah. Sama seperti semua orang bisa jadi musisi, penyanyi, pelukis, astronot, presiden, tapi bakat untuk mengarahkan mereka pada karir di bidang tersebut nggak terasah. Saya yakin, begitu Anda mulai belajar baca kartu tarot, bakat itu akan terasah dengan sendirinya.

Selain untuk meramal, sebetulnya tarot dan astrologi sama-sama punya manfaat yang jauh lebih penting lagi: untuk mengenal dan memahami diri maupun situasi hidup kita secara lebih baik, dan pada akhirnya memahami perilaku manusia, juga semesta. Keduanya sama-sama bisa mendekatkan kita pada Tuhan atau Source, meski ada juga yang malah menuhankan diri sendiri… Merasa kata-katanya adalah sambungan lidah Sang Pencipta, atau mengaku punya spirit guide nabi, wali, raja, ratu. Hehe…

Kalau melihat orang-orang seperti itu, saya jadi mikir, “Wajar kalo tarot dan astrologi diharamkan dan dianggap sesat“. Karena memang berbahaya. Ilmu-ilmu begini bisa bikin orang keblinger. Jadi sebelum Anda membuat keputusan, sebagai sesama manusia, kita perlu saling mengingatkan, hati-hati… Bisa jadi selanjutnya Anda yang keblinger.

Ingat baik-baik: cuma karena kita tahu tentang apa yang nggak diketahui kebanyakan orang, bukan berarti kita istimewa. Siapapun bisa jadi seperti kita andai diberi kesempatan dan akses yang sama dengan kita.

Perbandingan Tingkat Kesulitan

Soal tingkat kesulitan mempelajarinya, ini sifatnya relatif — tergantung orangnya.

Yang terbiasa mengandalkan perasaan, atau yang punya daya imajinasi yang aktif, mungkin akan mengatakan bahwa tarot itu mudah dipelajari. Yang hobi olah otak, mungkin bilang belajar astrologi itu mudah.

TAPI… semudah apapun itu, kedua ilmu ini adalah ilmu yang nggak ada habisnya untuk dipelajari. Nggak ada yang katam belajar tarot, nggak ada juga yang katam belajar astrologi. Sampai mati pun nggak bakal selesai.

Memang ada ahli tarot, ahli astrologi, guru tarot, guru astrologi… tapi yang membedakan mereka dengan yang baru belajaran hanyalah jam terbangnya (secara profesional) dan mungkin juga, sertifikat atau ijazahnya.

Banyak tarot reader anyaran yang lebih titis dan sukses ketimbang seniornya. Banyak juga astrolog amatir yang hasil kerjanya nggak kalah berkualitas dari yang veteran.

Biaya

Mulai Rp. 0.000 sampai ratusan juta rupiah, bahkan milyaran. Kalau Anda lebih sreg belajar secara khusus di universitas atau akademi yang berdedikasi dalam ilmu tarot atau astrologi, silahkan. Setau saya di luar negri. Amerika… Eropa… Mungkin di Indonesia baru ada kursus-kursus aja. Tapi entahlah… Saya nggak begitu paham soal perkembangan tarot dan astrologi di Indonesia sudah sejauh apa.

Yang nol rupiah, belajar dari internet. Ada banyak sumber yang bisa kita manfaatkan secara cuma-cuma. Tapi sayang, yang dalam Bahasa Indonesia nggak banyak. Yang banyak dalam bahasa Inggris. Jadi kalau Anda sudah punya modal skill boso linggis yang cukup mumpuni, selamat menempuh hidup baru dengan tarot atau astrologi atau keduanya.

Untuk yang nggak begitu jago Inggris, mungkin bisa belajar sambil bawa kamus. Saya paham, mungkin nggak asik, mungkin ribet… tapi, demi! Demi! 😁

Btw, untuk belajar tarot reading, ada satu modal yang mungkin fundamental: kartu tarot. Ini harganya variatif — mulai dari kisaran ratusan ribu sampai puluhan bahkan ratusan juta. Untuk awalan, mungkin nggak perlu kartu yang mahal dulu yah… Tapi terserah sih, kalau suka, why not?

Belinya di mana? Google aja ‘kartu tarot‘. Banyak kok.

Ada juga kartu palsu, atau tarot palsu. Sering juga saya gunakan dalam video-video pertama Youtube saya. Yang palsu ada di kisaran puluhan ribu sampai ratusan ribu. Saya nggak menyarankan pakai kartu palsu, tapi saya juga nggak akan melarang, wong inyong jugak pakek!

Atau… Pilihan lain: pakai kartu remi. Saya pake media yang murah meriah ini sejak masih SMP, secara dulu nggak ada internet dan saya nggak tau di mana penjual tarot deck di kota saya. Untuk cara reading pakai kartu remi, kita bahas di lain kesempatan.

β€”β€”β€”β€”

Nah, setelah Anda pertimbangkan manfaat, tingkat kesulitan, dan biayanya, jadi mau belajar yang mana? Tarot? Astrologi?

2 Replies to “Lebih Baik Belajar Tarot atau Astrologi?”

  1. Syafira janati says:

    Tante lain kali di perjelas rumah ke satu untuk hal apa atau contoh rumah ke 7 untuk hal karir atau percintaan gitu gitu tante, terimakasih banyak

    Balas
  2. Kaji says:

    Tante dukun lucu orangnya.. kocak. Pinter membawa suasana.. sukses terus te

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *